Menu

Dark Mode
 

Advertorial

250 Tukik Dilepas di Pantai Mampie, DLH Sulbar Dorong Gerakan Konservasi Pesisir

badge-check


					250 Tukik Dilepas di Pantai Mampie, DLH Sulbar Dorong Gerakan Konservasi Pesisir Perbesar

Polewali, Sekitarinfo.com – Sebagai bagian dari komitmen menjaga ekosistem pesisir dan pelindungan satwa dilindungi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Barat bersama Komunitas Sahabat Penyu dan masyarakat sekitar menggelar pelepasan 250 ekor tukik (anak penyu) di Pantai Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari aksi penanaman mangrove dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada 26 Juli 2025. Tukik-tukik yang dilepas merupakan hasil penangkaran semi-alami dari telur-telur penyu yang ditemukan dan dilindungi selama masa inkubasi oleh kelompok konservasi lokal.

Turut hadir dalam kegiatan ini Anggota DPR RI Ajbar Abd. Kadir, KBO Polair Polres Polman Iptu Andi Awal, perwakilan BBKSDA Sulawesi Selatan, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), komunitas pencinta lingkungan, siswa-siswi, dan masyarakat setempat.

Kepala DLH Sulbar, Zulkifli Manggazali, mengatakan bahwa pelepasan tukik adalah bentuk nyata dari aksi konservasi penyu, yang merupakan satwa laut dilindungi secara nasional dan global.

“Populasi penyu semakin menurun dan menghadapi banyak ancaman. Pelepasan tukik ini adalah bagian dari upaya menjaga keanekaragaman hayati kita, khususnya di wilayah pesisir Sulawesi Barat,” ujarnya.

Sebelum pelepasan, peserta mendapatkan edukasi singkat dari Ketua Komunitas Sahabat Penyu, Muhammad Yusri, yang menjelaskan pentingnya teknik pelepasan yang tepat. Ia menekankan bahwa tukik harus dilepaskan langsung ke pasir tanpa diangkat.

“Penyu akan kembali ke tempat mereka dilepaskan sekitar 30 tahun kemudian untuk bertelur. Karena itu penting bagi kita untuk tidak mengangkatnya, agar mereka mengenali lokasi asalnya,” jelas Yusri.

Masyarakat juga diajak untuk terlibat aktif dalam menjaga habitat penyu dengan tidak merusak sarang, tidak membeli produk berbahan dasar penyu, serta menjaga kebersihan pantai.

DLH Sulbar berharap kegiatan semacam ini bisa terus digalakkan secara berkelanjutan. Selain sebagai media edukasi, aksi ini menjadi fondasi penting dalam pelestarian keanekaragaman hayati dan perlindungan wilayah pesisir bagi generasi masa depan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selengkapnya

DPRD Sulbar Susun Jadwal Masa Persidangan Lewat Rapat Bamus

3 March 2026 - 20:50 WITA

Pemprov dan DPRD Sulbar Tinjau Lokasi Kebakaran 29 Rumah di Polewali Mandar, Pastikan Penanganan Cepat dan Tepat

2 March 2026 - 20:55 WITA

DPRD Sulbar Terima Kunjungan TVRI, Bahas Sosialisasi Piala Dunia FIFA 2026

2 March 2026 - 20:53 WITA

Sekwan DPRD Sulbar Hadiri Rakor Tingkat Menteri Persiapan Operasi Ketupat 2026

2 March 2026 - 20:50 WITA

DPRD Sulbar Hadiri Safari Ramadhan Pemprov di Mamuju Tengah, Resmikan UPTD Samsat

23 February 2026 - 20:56 WITA

Trending on Advertorial