Menu

Dark Mode
 

Daerah

Ratusan Warga Botteng Tolak Tambang LTJ, Sosialisasi PT Perminas Gagal Digelar

badge-check


					Ratusan Warga Botteng Tolak Tambang LTJ, Sosialisasi PT Perminas Gagal Digelar Perbesar

Mamuju, Sekitarinfo.com – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat dan Pemuda Lingkar Tambang Distrik Botteng menggelar aksi penolakan terhadap rencana aktivitas pertambangan Logam Tanah Jarang (LTJ) di wilayah Botteng, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (7/8/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai respons atas informasi mengenai rencana PT Perminas menggelar sosialisasi proyek pertambangan LTJ di Desa Botteng. Massa aksi menyatakan penolakan karena khawatir aktivitas pertambangan akan berdampak terhadap lingkungan, ruang hidup masyarakat, penguasaan lahan, mata pencaharian, hingga hubungan sosial di tengah warga.

Penanggung jawab aksi, Sahabuddin yang akrab disapa Martin, mengatakan gerakan tersebut merupakan bentuk sikap masyarakat dalam menjaga wilayah mereka dari potensi dampak pertambangan.

Menurutnya, aksi yang dilakukan warga berhasil menggagalkan agenda sosialisasi PT Perminas.

“Gerakan hari ini adalah respons penolakan atas informasi bahwa pihak perusahaan, PT Perminas, akan melakukan sosialisasi. Berkat gerakan ini, sosialisasi tersebut batal. Ini menjadi kemenangan kecil sebagai langkah awal untuk mengawal dan menyuarakan penolakan terhadap rencana tambang LTJ,” ujar Martin.

Martin menilai keberadaan tambang LTJ menjadi tantangan baru bagi masyarakat Botteng yang selama ini menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian dan hasil alam. Ia menegaskan, persoalan yang dihadapi bukan semata menyangkut investasi, tetapi juga keberlangsungan ruang hidup masyarakat.

Aliansi menyebut sedikitnya empat desa, yakni Desa Botteng, Botteng Utara, Salletto, dan Pati’di’, berpotensi terdampak langsung apabila aktivitas pertambangan dilaksanakan.

Dalam pernyataan sikapnya, aliansi menyoroti potensi kerusakan lingkungan akibat pembukaan lahan, hilangnya tutupan hutan, erosi, perubahan bentang alam, sedimentasi sungai, hingga risiko pencemaran dari proses pengolahan logam tanah jarang apabila limbah tidak dikelola secara baik.

Selain dampak lingkungan, masyarakat juga menilai pembebasan lahan berpotensi memicu persoalan baru. Bagi warga, tanah bukan sekadar aset ekonomi, tetapi merupakan sumber penghidupan, identitas, dan warisan bagi generasi berikutnya.

Martin mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan berbagai janji yang mungkin ditawarkan perusahaan, seperti lapangan kerja maupun kompensasi.

“Saya mengimbau masyarakat agar kritis terhadap tawaran manis yang akan diberikan. Jangan mudah percaya pada janji-janji yang belum tentu menjamin masa depan masyarakat,” katanya.

Ia khawatir masyarakat justru hanya menjadi penonton di tanah sendiri apabila aktivitas pertambangan berjalan.

“Jangan sampai masyarakat Botteng hanya menjadi penonton yang melihat daerahnya dihancurkan oleh pertambangan,”tegasnya.

Aliansi juga menilai kehadiran tambang berpotensi memicu konflik sosial, baik antara masyarakat dengan perusahaan maupun antarwarga akibat perbedaan sikap terhadap rencana investasi tersebut.

Melalui aksi ini, masyarakat menegaskan penolakannya terhadap rencana pertambangan LTJ di Distrik Botteng. Mereka juga meminta seluruh proses dilakukan secara transparan serta memastikan masyarakat memperoleh informasi yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan sebelum ada keputusan terkait rencana pertambangan tersebut.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selengkapnya

Netfid Sulbar Gelar “Sekolah Demokrasi: Pendidikan Pemilu untuk Generasi Muda”

23 July 2026 - 19:55 WITA

PMII Mamuju Desak Evaluasi Total Kinerja Pemkab pada Hari Jadi ke-486, Soroti Sampah, Bantuan Stimulan Tahap Dua, hingga Tambang LTJ

14 July 2026 - 17:39 WITA

Mahasiswa Sulbar Kecewa Tak Diberi Ruang Dialog, Aliansi Soroti Dugaan Dermaga Ilegal dan Transparansi Pupuk Bersubsidi

3 July 2026 - 18:04 WITA

KOSTEPA Sulbar Hadang Rombongan Zulkifli Hasan, Minta Menyelesaikan Persoalan Lahan Petani, Evaluasi MBG, Dan Penanganan Sampah

3 July 2026 - 17:54 WITA

PMII Mamuju Kembali Desak Kejati Sulbar Selidiki Dugaan Penyimpangan KDKMP dan Program MBG

29 June 2026 - 19:29 WITA

Trending on Daerah