Menu

Dark Mode
 

Daerah

KOSTEPA Sulbar Hadang Rombongan Zulkifli Hasan, Minta Menyelesaikan Persoalan Lahan Petani, Evaluasi MBG, Dan Penanganan Sampah

badge-check


					KOSTEPA Sulbar Hadang Rombongan Zulkifli Hasan, Minta Menyelesaikan Persoalan Lahan Petani, Evaluasi MBG, Dan Penanganan Sampah Perbesar

Mamuju, Sekitarinfo.com – Koalisi Sipil untuk Kedaulatan Pangan Sulawesi Barat (KOSTEPA Sulbar) menggelar aksi unjuk rasa saat kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Mamuju, Jumat (3/7/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni penyelesaian konflik lahan petani, evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan pembenahan sistem penanganan sampah di Sulawesi Barat.

Koordinator Lapangan KOSTEPA Sulbar, Syahrul Abd Latif, mengatakan hingga saat ini masih banyak lahan yang telah digarap masyarakat selama puluhan tahun justru ditetapkan atau dialihfungsikan sebagai kawasan hutan lindung.

Menurutnya, kebijakan tersebut telah menghilangkan ruang hidup petani yang selama ini bergantung pada lahan sebagai sumber penghidupan.

“Banyak petani di Sulawesi Barat telah mengelola lahannya selama puluhan tahun. Namun hari ini lahan itu justru ditetapkan sebagai kawasan hutan lindung. Ini adalah bentuk perampasan ruang hidup petani oleh negara melalui kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat,” tegas Syahrul dalam orasinya.

Atas kondisi tersebut, KOSTEPA Sulbar mendesak Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, agar segera menginstruksikan Menteri Kehutanan untuk menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di Sulawesi Barat serta memberikan kepastian hukum kepada masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian.

Selain persoalan agraria, KOSTEPA Sulbar juga menyoroti pelaksanaan Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Syahrul, program yang digagas pemerintah itu belum memberikan keberpihakan kepada petani lokal.

Ia menilai petani belum diberi ruang untuk menjadi pemasok utama kebutuhan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Akibatnya, manfaat ekonomi dari program tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat yang bergerak di sektor pertanian.

“Program Makan Bergizi Gratis seharusnya bukan hanya memberikan manfaat kepada penerima, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat ekonomi petani. Faktanya, hingga hari ini petani belum memperoleh kesempatan menjadi pemasok utama secara langsung bagi kebutuhan pangan SPPG,” ujarnya.

KOSTEPA Sulbar juga mendesak Menko Pangan agar segera melakukan evaluasi terhadap sistem penanganan sampah, khususnya di Sulawesi Barat. Menurut mereka, persoalan sampah yang terus terjadi membutuhkan perhatian serius dan koordinasi lintas kementerian agar dapat diselesaikan secara menyeluruh.

Dalam aksi tersebut, massa beberapa kali meminta agar dapat berdialog secara langsung dengan Zulkifli Hasan untuk menyampaikan tuntutan mereka. Namun, hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai, permintaan tersebut tidak mendapat respons.

Usai menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Barat, rombongan Menko Pangan langsung meninggalkan lokasi kegiatan.

Melihat hal itu, massa aksi berupaya menghentikan kendaraan yang ditumpangi Zulkifli Hasan sebagai upaya terakhir agar tuntutan mereka dapat didengar secara langsung. Aksi tersebut sempat memicu dorong-dorongan antara peserta aksi dan aparat keamanan yang berjaga di sekitar lokasi.

Meski demikian, rombongan Menko Pangan tetap melanjutkan perjalanan tanpa memberikan tanggapan maupun membuka ruang dialog dengan massa aksi.

KOSTEPA Sulbar menyayangkan sikap tersebut. Menurut mereka, ruang dialog merupakan bagian penting dalam negara demokrasi, terlebih ketika masyarakat ingin menyampaikan persoalan yang menyangkut hak-hak petani, pelaksanaan kebijakan pangan nasional, dan persoalan lingkungan hidup.

KOSTEPA Sulbar menegaskan akan terus mengawal penyelesaian konflik lahan petani, mendorong evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar berpihak kepada petani lokal, serta mendesak pemerintah mengambil langkah nyata dalam menyelesaikan persoalan pengelolaan sampah di Sulawesi Barat. Organisasi tersebut menyatakan tidak akan berhenti menyuarakan aspirasi masyarakat hingga pemerintah memberikan respons dan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selengkapnya

Netfid Sulbar Gelar “Sekolah Demokrasi: Pendidikan Pemilu untuk Generasi Muda”

23 July 2026 - 19:55 WITA

PMII Mamuju Desak Evaluasi Total Kinerja Pemkab pada Hari Jadi ke-486, Soroti Sampah, Bantuan Stimulan Tahap Dua, hingga Tambang LTJ

14 July 2026 - 17:39 WITA

Mahasiswa Sulbar Kecewa Tak Diberi Ruang Dialog, Aliansi Soroti Dugaan Dermaga Ilegal dan Transparansi Pupuk Bersubsidi

3 July 2026 - 18:04 WITA

PMII Mamuju Kembali Desak Kejati Sulbar Selidiki Dugaan Penyimpangan KDKMP dan Program MBG

29 June 2026 - 19:29 WITA

Peringati Harganas ke-33, Pemprov Sulbar Tekankan Peran Orang Tua di Era Digital

29 June 2026 - 13:31 WITA

Trending on Headline